Let’s fuck.”
“Aku tak suka istilahmu.”
“Terserah. Tapi akhirnya, dengan memejamkan mata, kugerakkan pinggulku, maju dan mundur. Bokepindo “Well juga, kamu akan menurunkanku di sini, atau memasukkan mobilmu dulu?” Aku kembali menatapnya, menunggu satu kalimat yang mungkin bisa menjelaskan mengapa aku ada di sini sekarang bersamanya. Waktu membawa keheningan. Dengan gerakan yang mengesalkan, ia lalu mendorong tubuhku menjauh menggunakan kedua tangannya. Aku terpesona. Aku pasti membuatmu sakit.”
“Tak apa-apa juga. Jangan buatku kecewa.”
Aku tertawa dan bangkit dari sofa, lalu mendekatinya. “Ini,” ucapku seraya menyodorkan gelas di tanganku. Kamu suka mendengar semua ini?”
“Setiap pulang kerja.” Ia lalu memasukkan satu CD ke dalam deck, lalu memencet beberapa tombol dengan raut percaya diri. Tapi kedua lengannya menahan pundakku. Kugeser tubuhku mendekat. Ia menatapku. Kamu akan mengantarku pulang, bukan?”
“Tentu saja. Nada tak senang terdengar saat ia berucap. Jangan bergerak. Ia mendesah saat kutemukan puting buah dadanya.




















