Aaauuw.. Bokeb enak.. Dia makin mendesah-desah.“Aduuhh.. jangan berisik ya..” kataku sambil menempelkan telunjukku ke bibirku.“Kenapa?” tanyanya.Aku dekatkan bibirku ke telinganya.“Geser kalendernya, di situ ada lobang. Ooohh.. Ada dua Mas. Masih linuu..” desahku.Karena tak tahan kucabut punyaku, dan aku tergolek di sebelahnya.“Pantesan aja Mbak Indah sering beginian. Apa nggak jijik ya. Maass.. Keringatnya sdh di sekujur tubuhnya.Kira-kira 10 menit kemudian dia menjepitkan kedua pahanya. Fitri lemeess..” katanya.“Mas.. aku mau masak..!” sahutnya sambil berlari keluar.“Dia kenapa ya..?” batinku.Setelah itu aku bikin adonan kue, memotong-motong pisang, merebus ubi, lalu pergi mandi. kayak tajin.”Hening sejenak.“Mas, kalau Mas maunya diapainn,” katanya sambil memegang kont0lku.“Terserah Fitri aja,” kataku.“Fitri kocokin seperti semalem yaach.”Lalu dia jongkok, mengocok-ngocok kont0lku yg tegang. Kok dia tdk memakai kaos dlm lagi? Bukan main, setelah sensasi dahsyat tadi mereda, kucium dia.“Terima kasiihh.. Tangannya memegang sisi dipan. Jadi pantes dong kalau Fitri deket sama Mas.” sahutku.“Mas sayang nggak sama Fitri?” tanyanya sambil memandangku.Wajahnya sangat dekat dgnku.




















