Daun pisang, satu-satunya saksi bisu diantara kami saat mengarungi malam terindah untukku, dan mungkin untuknya pula saat itu, entah saat ini dia masih mengenangnya atau tidak.Saat aku memandang daun pisang dalam genggamanku, tiba-tiba saja hawa dingin yang aku rasakan hilang. Bokep Family Hanya alunan lagu yang sedikit kacau terdengar dari dalam toko, mungkin genset milik toko ini sudah semakin tua hingga hanya mampu memainkan musik yang sangat buruk.Si pelayan toko menghampirinya, membungkukkan tubuhnya, meminta maaf atas ketidak nyamanan yang dia alami di toko semewah ini.Savana Litarien namanya, wanita yang masih murung, wanita yang hanya dalam hitungan hari mampu merubah 180 derajat kehidupannya. Tangannya kemudian gemas mencubit pipiku sangat sakit, “nakal banget sihhh !”“Maaf ya sayang,” aku membelai kedua pipinya yang mengembung, aku towel sedikit bibirnya yang cemberut.Sava tersenyum dan dengan centilnya mencubit-cubit bagian tubuhku mana saja yang dapat dia cubit.




















