“Oooh…Bunda…” Prima merangkul leherku, lalu mendesakkan tubuhku sampai terlentang di bawah himpitannya,
“Gak nyangka…impian saya akan menjadi kenyataan begini….ternyata Bunda sangat baik hati….” Tanpa canggung-canggung lagi Prima mulai berani menciumi bibirku, sementara tangannya terkadang meremas payudaraku, terkadang memeluk leherku.Dan semuanya itu kusambut dengan sepenuh gairahku. Samar- samar aku menemukan jawabannya. Bokepindo Sejak aku menjadi istri Kang Eman, ke mana-mana aku suka dikawani oleh Prima. Kedua tanganku juga. Tahukah ia bahwa hasratku mulai menggeliat, meski tahu bahwa ini tidak benar ? Tapi aku sudah bertekad untuk membuat Prima riang kembali seperti dahulu. Bunda ingin kamu ceria lagi seperti dulu. Tapi mataku yang dipicingkan ini terbuka sedikit…sedikit sekali…mengamati ke arah cermin di dinding (karena dinding di dekat tempat tidurku dipasangi kaca cermin full, sekujur dindingnya ditutupi cermin tebal itu).Kulihat Prima masuk, lalu menutupkan kembali pintu perlahan-lahan dan tak menimbulkan suara sedikit pun. Hehehee…dapet sepeda juga lumayan lah.”
“Iyalah. Bunda gak merasa kamu melakukan kesalahan…selama ini bunda merasa kamu selalu bersikap baik pada bunda.




















