“Ada apa Ra ? Bokep Arab Malem-malem lagi !” tanyaku.“Yan, bisa jemput aku di XXX gak ?” tanyanya sambil menyebut salah satu tempat hiburan malam yang cukup ternama di kota bandung.“Ha ? gak enak nih diliatin sama orang-orang” ajaknya. “Yan boleh gak nanya dulu gak ? Aku tersenyum kecil, sialan nih cewek, di baikin malah manfaatin. Mungkin kalo dulu aku kasih enggak jadi begini kejadiannya” kata Rara blak-blakkan. Pelukan Rara makin erat, aku melanjutkan mengelus-elus rambutnya, kadang aku mengelus punggungnya.“Yan cium lagi dong” kata Rara. Dari awal kuliah sampe selesai rambut Rara yang hitam legam itu selalu panjang. Tapi setelah kukecup Rara masih menutup mata dan menyorongkan bibirnya ke aku. Aku melihat sekeliling, memang sih beberapa security dan pengunjung yang baru datang memperhatikan kita dengan tatapan aneh. Kemudian aku bersiap-siap mengeluarkan mobil untuk menjemput Rara.Dalam perjalanan pikirannku penuh dengan pertanyaan.




















