Pukul 9 malam. Air mata mengalir. XNXX Bokep “Proses merubah jadi kasus khususnya itu yang berat sekali dan rumit Bu.”
“Kami kan juga punya atasan, jadi musti bisa dipertanggung jawabkan kalo ada revisi Bu.” timpal Basiran.Lindia menatap ketiga orang itu.“Bapak-bapak semua, sudah ketemu dengan Ko Han sebelum kesini?” tanya Lindia lirih.Ketiga orang itu hanya tersenyum.“Saya tau maksud Bapak.” Lindia berkata pahit. Basiran dalam keadaan telanjang bulat melangkah mendekat. Suara Lindia terdengar begitu panik hampir-hampir ia menjerit-jerit putus asa atas perkebangan yang terduga ini.“Saya gak bisa bantu apa-apa Bu, karena perusahaan ini kan punya prosedur soal kasus ini. Menciumi pipinya kemudian bibirnya. Pulang!”
“Ini demi Doni. Ketika ketiga orang itu masuk kamar Lindia, mereka melihat Lindia sudah mengenakan bathrobe putih. Katanya kemarenIbu ketemu Ko Han, dan saya disarankan Ko Han untuk bisa minta bantuan pada Ibu sepertia pa yang Ibu udah berikan pada Ko Han.”Wajah Lindia berubah dari jijik, kemudian marah dan panik mendengar perkataan Pramono.




















