“Gila… kamu gila…” jeritnya sambil berjalan ke kamar mandi.Aku memandang tubuh montok kakak iparku dengan senyum puas. Aku punya seorang kakak ipar, Ery Puspadewi namanya. Bokeb Aku sudah merasa di atas angin. Namun sekali lagi, pagi itu memang milikku. “Eh, ada Farhan, udah lama?”, sapanya dengan suara serak yang terdengar seksi, seseksi tubuhnya. Dan satu hal yang membuatku semangat adalah fakta bahwa suami Mbak Ery sedang tidak ada di rumah. Dengan penuh semangat aku meneteskan cairan perangsang yang kubeli beberapa waktu lalu ke dalam teh Mbak Ery. Tapi aku lebih suka berkunjung ke rumahnya, karena di rumahnya, Mbak Ery biasa memakai pakaian rumah yang santai bahkan cenderung terbuka. Usianya sudah 36 tahun, lebih tua 5 tahun dari istriku. Mbak Ery tersenyum manja,”Gila kamu!”
“Iya mbak, saya memang tergila-gila pada Mbak”, rayuku sambil terus memilin puting susunya yang sudah mengeras. Dengan penuh semangat aku meneteskan cairan perangsang yang kubeli beberapa waktu lalu ke dalam teh Mbak Ery.




















