“Ananda sebaiknya kita pulang yah” kataku pelan. Bokep India “Baiklah, asal nanti pulangnya Adietya yang nganterin!” tegas papanya. “Baik Om.. Lepasin tangan Ananda” tegurnya mengingatkan. Sesampainya di meja Ananda, dan ngobrol sesaat, kedua orang tuanya berpamitan ingin pulang karena sudah mulai di hinggapi rasa kantuk. “Iya nih Din.. Kamu Din..!” ujarku spontan. Pandanganku beradu dengan pandangan Ananda yang sedang serius menatapku dari mejanya, ketika di awal lagu sambil tersenyum aku memandangnya lembut. Eh”jawabku gugup. Ketika waktu menunjukan pukul 23.30 aku mengatakan kepada Ananda. “Sudah dong Diet.. “Pa, Ma, Ananda boleh pulangnya belakangan?” tanya Ananda kepada kedua orang tuanya. “Sudah lama aku mendambakan kamu Ananda” bisikku mesra di telinganya. “Diet, sejak awal perkenalan di cafetaria, hatiku sempat berdetak entah kenapa” terangnya kemudian. Dan kebetulan aku bersama teman-temanku bermain musik akustik di cafe itu setiap 3 kali seminggu. “Maksud kamu?”tanya Ananda lagi. “Ananda sebaiknya kita pulang yah” kataku pelan.




















