Mendadak aku mendengar suara aneh, seperti desahan seseorang. Bokep Tobrut Dengan sigap aku melepaskan sarung dan celana dalamku. Sebagai tetangga dan masih bujangan aku banyak waktu untuk menengoknya di rumah sakit. Sambil makan kami terus mengobrol. Aku tersenyum kecut.“Jangan-jangan ini hukuman buatku ya maa, Aku dihukum tidak punya anak sendiri. Sudah kerja, sudah punya mobil, cakep lagi. ngomong-ngomong Bu Tadi sudah berkeluarga sekitar 3 tahun kok belum diberi momongan yaa”, kataku hati-hati.“Ya, itulah Dik Budi. Aku diam saja. Aku kangen”, bisikku sambil terus menciumi dan membelai punggungnya. Tapi nggak malam-malam lho.” Bu Tadi setuju. Tetapi nasib orang tidak ada yang tahu. Aku benar-benar bingung dan seperti orang gila kalau memikirkan Bu Tadi. Pada suatu sore, aku menengok di rumah sakit bersamaan dengan adiknya Pak Tadi.Sore itu, mereka sepakat Bu Tadi akan digantikan adiknya menunggu di rumah sakit, karena Bu Tadi sudah beberapa hari tidak pulang.




















