Sambil terus ku jelajahi dengan bibir dan lidahku perlahan aku mulai kembali menarik celana dalam itu, kali ini Anna mengangkat pantatnya dan terlepaslah pertahanan terakhir Anna. Sesaat kemudian kurasakan cairan hangat kembali keluar dari vaginanya dan kali ini lebih banyak dari sebelumnya. Bokep Family Dengan agak ragu Anna mulai mencium kepala penisku lalu perlahan ia memasukan benda itu kemulutnya. “Mas Rey mau kan?” aku mengangguk pelan tanda setuju membantunya. Tergambar rasa bahagia pada raut wajah mereka berdua, senyuman selalu tersungging di bibir Anna, begitu kami biasa memanggil Triana.“Selamat ya, Fi..”
“Makasih Rey, lu cepet dong nyusul, kapan lagi gue rasa Milla juga udah ngebet tuh pengen kawin”
“Ah, elu bisa aja Fi, nyantai aja tau-tau gue udah ngeduluin elu, gimana?”
“Wah bagus tuh, kalo gitu oke deh gue tunggu..?”
Keceriaan terpancar di wajah Alfi, betapa tidak kini ia tinggal selangkah lagi untuk membawa Anna kepelaminan.




















