Setelah itu, Alina menjepitkan ujung jari kakinya ke bagian atas celana dalamku dan berusaha mendorongnya ke bawah, tapi ia tak berhasil karena aku sengaja mengangkat punggungku tinggi-tinggi untuk menghindarinya.Ketika aku mencoba menyingkap baju daster yang dipakaianya ke atas lalu ia sendiri melepaskannya, aku kaget sebab tak kusangka kalau ia sama sekali tidak pakai celana. Bokep Montok Iihh.. Sudahlah. Aku justru senang dan bahagia bisa nonton bersama majikanku” kataku sedikit menyanjungnya. Aku hanya ikut di belakangnya.“Inilah hasil usaha kami Nis selama beberapa tahun di Makassar” katanya sambil menunjukkan tumpukan beras dan ruangan kantornya.“Wah cukup hebat kamu Sir. Apa ini mimpi atau kenyataan?” Tanyaku amat gembira.“Akan kubuktikan keseriusanku sekarang. Silahkan saja cerita panjang lebar mumpun hari ini aku tidak ada kesibukan di luar.Lagi pula anggaplah hari ini adalah hari keistimewaan kita yang perlu dirayakan bersama.




















