Sibuk mendoktrin gadis-gadis tentang kenikmatan free-sex. Bokep Mom “Nih, rokok.”
Chie menyambar bungkus Marlboro di tanganku dan membuangnya ke sudut ruangan. “Kalian berdua. “Ray, aku menyayangimu.”
Ah, Chie. “Nih, rokok.”
Chie menyambar bungkus Marlboro di tanganku dan membuangnya ke sudut ruangan. “Ray, masih ingat kamu pernah berkata bahwa kamu hanya mau berhubungan seksual dengan gadis yang bukan perawan,” Chie tertawa kecil. Dan entah kenapa pula aku mau melakukan hubungan seks itu dengan Chie. Ah, Jay. Jay. Masih tetap larut dalam kesedihannya. Aduh. Kaki-kaki Chie mulai melingkari pinggulku yang bergerak-gerak menekan. Setan, umpatku dalam hati. “Untukmu?” senyumku sambil menatapnya. “Ray! Kutunggu saat-saat kepalannya menghajarku. Kuangkat telapak tangan di mataku, menariknya ke depan sehingga pipi gadis itu menyentuh pipiku. Tertawa paling pahit yang pernah kudengar dari mulutku.Chie, sekarang sudah menjadi istri pengusaha kaya raya, dan bule. “Ray tahu.”
Chie menangis dalam pelukanku, membuatku sejenak mengingat ayahku sendiri yang selalu berkutat dalam pertempurannya dengan idealisme yang kumiliki.










