Kebingungan-kebingungan terus-menerus menyelimuti benakku. Bokep Tobrut Keluargaku saat itu hidup berkecukupan. Keluargaku saat itu hidup berkecukupan. Tambah lama bertambah cepat, membuat tubuhku tersentak-sentak ke atas. Bahkan ke diskotik pun aku hanya pernah satu kali. Jangan! Tampaklah pahaku yang putih dan mulus itu. Tetapi untung saja, setelah itu ia tidak berbuat lebih jauh. Ibu jarinya mengurut-urut klitorisku dari atas ke bawah berulang-ulang. Aku mencoba meronta-ronta melepaskan diri. Ah, rasanya hari ini lelah sekali. Aku mengandung? Ayah tiriku semakin ganas menyodok-nyodokkan kemaluannya ke dalam kewanitaanku. Dengan hentakan kasar, orang itu membalikkan tubuhku sehingga tertelentang menghadapnya. Cepat kamu bebaskan Merry!”Ah, akhirnya neraka jahanam ini berakhir juga, pikirku. Melihat aku yang sudah tergeletak pasrah, memberikan rangsangan yang lebih hebat lagi pada Rio. Itu kan sudah terjadi”, kata ayah tiriku menenangkan aku yang terus menangis dalam dekapannya.“Tapi, Pa. Aku hanya bisa menengadahkan kepalaku menghadap langit-langit, memikirkan nasibku yang sial ini.“Aaarrghh… Rio! Tadi di kantor seharian aku sibuk melayani nasabah-nasabah bank tempatku bekerja yang menarik uang secara besar-besaran.




















