Entah kenapa, mungkin badan Bapak besar dan tangannya ditumbuhi rambut-rambut halus yg cukup lebat. Bahkan dia langsung turun dari pembaringan, dan menyambar pakaiannya yg berserakan di lantai. Film Porno Lidya bersama Mamanya yg umurnya mungkin sebaya dgn Ibuku. Di kampus, sebenarnya ada seorang perempuan yg perhatiannya padaqu begitu besar sekali. Berulang kali dia menuntun tanganku ke dadanya yg kini sudan polos.“Ayo dong, jangan diam saja..”, bisik Lidya disela-sela tarikan napasnya yg memburu.“Aqu.., Apa yg harus kulaqukan?” tanyaqu tak mengerti.“Cium dan peluk aqu..”, bisik Lidya.Aqu berusaha untuk menuruti semua keinginannya. Dan kebetulan sekali aqu kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta yg cukup keren. Sedangkan aqu sendiri sama sekali tak peduli, tetap menganggapnya hanya kawan biasa saja. Namun Lidya malah membalasnya dgn sinar mata yg saat itu sangat sulit ku artikan.“Kenapa kau menciumku..?” tanyaqu polos.“Aqu mencintaimu”, sahut Lidya agak ditekan nada suaranya.“Cinta..?” aqu mendesis tak mengerti.Entah kenapa Lidya tersenyum.




















