Sampai dikantor tak pakai lama aku langsung menelpon Tina. Bokep Sebagai lelaki seusiaku aku bisa dikatakan cukup sukses dalam hal pekerjaan, namun dalam hal percintaan aku belum beruntung, karena diusiaku yang sudah matang ini, aku belum juga mempunyai pasangan hidup. Dengan senyumknya yang sangat manis itu, dia menyodorkan nomor antrian yang harus aku tunggu. Tina menggelinjang, meronta, menendang dan akhirnya sambil menggigit kuat bahuku Tina mendesah panjang dan bersamaan kurasakan cairan membasahasi k0ntolku jauh didasar memek Tina. Saat terlihat bengkel agak sepi, langsung saja kudatangi wanita itu dan,
“Mbak” ujarku
“Iyha pak, ada yang bisa saya bantu pak??” jawab wanita itu
“Boleh minta kartu nama pribadi punya mbak, biar lain kali kalau aku mau servis mobil aku bisa menelpon mbak dulu jika tidak sedang ramai” pintaku
Dengan senyumannya yang sangat manis itu wanita itu menyodorkan sebuah kartu nama “Ini pak, disimpak ya pak” jawabnya sambil dengan masih tersenyum
“Oke mbak, makasih ya mbak” jawabku sambil tersenyum dan terus memandanginya
Dari kartu nama itu aku mengetahui nama wanita itu




















