Tak ada kata yang bisa kuucapkan, aku hanya terdiam lemas.Keesokan harinya aku balik ke kota M. Aku berdiri mengambil minumannya.“Bang, ini minuman kesukaan Abang”.“Oh…, Sayangku (ia dulu selalu memanggilku sayang) kamu masih ingat yach?”, tanpa setahuku ia memelukku dari belakang, jantungku berdetak cepat.“Bang…, bang lepaskan nanti minumannya tumpah, ia mengambil gelas yang aku pegang dan meminumnya sampai habis.“Haus apa suka”, candaku.“Eehh…, ia malah memelukku erat, mengangkat mukaku, dikecupnya keningku, mataku, kemudian bertemu dibibirku yang mulai bergetar, kami saling berpaut. Bokep SMA Aku bahagia dengan keluargaku yang kini usia perkimpoian kami meginjak tahun ke-5. Abang mulai memegang tanganku, gemetar rasanya (seumurku sekarang aku baru berpacaran 2 kali, dengan suamiku dan yang kini kuhadapi).Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu, seorang pelayan mengantar minuman yang telah aku pesan sebelumnya. “Terima kasih sayangku”, sambil ia kecup keningku.“Kamu adalah wanita yang paling sempurna di mataku”, katanya lagi. Aku bahagia dengan keluargaku yang kini usia perkimpoian kami meginjak tahun ke-5. Abang hanya mengantarkanku sampai depan pintu.“Besok Abang boleh sini?”.“Bolehlah bang,










