Bayangannya waktu mandi terus berada di benakku. Aku harus hati-hati, pikirku kalau mati kesetrum karena ngintip cewek mandi kan nggak lucu. Bokeb Mancung dan putih. Dadaku berdebar kencang, sedikit takut tapi kepingin. Karena sibuk, cowoknya cuma datang tiga bulan sekali. Karena sibuk, cowoknya cuma datang tiga bulan sekali. Aku menatap pantatnya yang putih bersih, di pantat kanannya ada tahi lalat yang cukup besar. Aku cuma bisa membayangkan dan mengkhayal saja.Sampai suatu hari, aku ingat itu hari Minggu, Santi baru balik dari Jakarta. Mancung dan putih. Capek nggak?” tanyaku. “Gimana, enak nggak San?” tanyaku dengan suara yang sedikit gemetar. “Tenang aja San.. Dan tambahan lagi pinggulnya yang menjulang seakan menantang tiap cowok untuk menyentuh dan meremasnya. Aku mulai memijat telapak kakinya dengan jempolku. Pemilik kost tersebut jarang datang dan anak kost bisa melakukan apa saja di kost tersebut. Besok aku traktir makan dech..”
Dengan semangat 45 langsung kubilang, “Oke deal…” Aku tertawa dalam hati, tanpa ditraktir pun aku bersedia.Kemudian aku memintanya telungkup dan aku




















