“Eh DJ, aku mo dipinjemin yang mana nih?” tanyaku. Sekembalinya aku dari kamar mandi, aku terkejut ketika kudapati Aryo ada di dalam kamarku yang tadi lupa kukunci karena aku terburu-buru ke kamar mandi.“Eh, Mas Deni, kok filmnya begini sih? Bokep russian Kalo Aryo nyesel, Mas Deni minta maaf, kejadian ini bener-bener sebuah kecelakaan.”
“Ngga pa-pa kok..” jawab Aryo.Lalu ia terdiam sesaat. “Sialan Mas Deni!”, maki Aryo. Kami berdua terengah-engah setelah pertandingan itu. Ketika itu dia telah berkutat dengan kancing celana jeans-ku. Aku terdiam sesaat. Reza mencibir, “Biarin”, katanya. “Udah, sekalian aja ini mumpung sedang jalan nih”, kata Aryo. Sepulang kuliah aku langsung masuk ke dalam kamarku, dan tiduran di atas ranjang. “Oke, makasih. Kok kelihatannya sedang ngobrol serius?”
“Ah, kamu ini!”, kata Tante Ida, “Selalu saja pengen tahu urusan orang.”
Aku hanya tersenyum sambil memandangi bocah kelas 2 SMU itu. “Lalu kenapa?” tanyaku. Ia memegangi kepalaku dan ingin mengulum kemaluanku yang tak kalah menantang, namun aku tak mau melepaskan kulumanku.




















