Ah, semuanya indah-indah dan kelihatan harganya begitu mahal. Dan tentu, ketika pulang benak ini penuh dengan jumput-jumput harapan untuk menemukan baiti jannati di rumahku. Bokep Indo Live berember-ember. Senyum bahagia.“Abi…!” bisiknya pelan dan girang. Baru juga pulang sudah ngomel-ngomel terus. Motorku sudah sampai di tempat isteriku mengaji. Entah kenapa hati ini tiba-tiba saja menjadi rindu padanya. Sayur sop rasanya manis bak kolak pisang, sedang perkedelnya asin tak ketulungan.“Ummi… Ummi, kapan kamu dapat memasak dengan benar? Selalu saja, kalau tak keasinan, kemanisan, kalau tak keaseman, ya kepedesan!” Ya, aku tak bisa menahan emosi untuk tak menggerutu.“Sabar Bi, Rasulullah juga sabar terhadap masakan Aisyah dan Khodijah. Selera makanku mendadak punah. Sampai-sampai kemana-mana ia pergi harus bersandal jepit kumal. Padahal Rasul telah berkata: “Yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik terhadap keluarganya.”Sedang aku? “Oh….bukankah ini sandal jepit isteriku?” tanya hatiku.




















