Tidak hanya daripada itu, bunyi musik yang kusetelkan di dalam kamarku ini mungkin terlalu kencang, jadi langkah Prima tidak terdengar. Bokep Montok Kuperiksa isi laptop itu. Kenapa aku tidak mencari jawaban pada dirinya langsung, tanpa harus bertele-tele memikirkannya? Kental dan hangat dan banyak sekali….!Tapi Prima tidak tahu bahwa diam-diam kemaluanku juga sudah basah, karena sejak tadi pun nafsuku sudah menggeliat…. Ia mulai menggeliat dan berdesah,
“Aaaaaah….Bundaaa….aaaaah…. Kalau merujuk kepada kata-kata terakhir (meski tahu ini salah), mungkin sosok yang dimaksud itu memang aku. Tapi…ketika aku sedang menyemprotkan air hangat ke kemaluanku yang sudah disabuni, hasratku menggeliat lagi. Dengan janji juga cukup.”
“Iya, saya berjanji akan merahasiakannya.”
“Terus sekarang mau ngapain ? Dan terdengar suaranya sendu,
“Bunda…maafkan saya, Bunda…” Aku agak kaget. Meski mungkin dengan cara yang tidak patut. “Iya.” Lalu aku melangkah menuju kamarku.Tanpa mengetahui apa yang akan terjadi nanti. Ia mengangguk-angguk tanpa suara, karena mulutnya sedang menyelomoti pentil buah dadaku. Mau tidur sama bunda ?” Prima tampak kaget lagi mendengar pertanyaanku barusan, “E…emangnya boleh tidur sama Bunda




















