Bibir kami saling menyentuh, melebur dengan lembut lalu menghangat. Setelah meyelipkan beberapa lembar uang tip dan membayar bir, aku kembali ke kamar.Tiba di kamar, semua perabot yang berhubungan dengan profesiku kumasukkan ke dalam lemari, dari sepatu, koper, topi, dasi, ID…, pokoknya ruangan kurapikan dengan kilat agar terkesan aku sedang berlibur di Ambon.Ternyata dugaanku benar, telepon berdering. Bokep Viral Terbaru Telepon berdering, ternyata co-pil dari pesawat lain yang ternyata temanku, juga nge-RON (Rest Over Night) di tempat yang sama. “Katanya, dia tertarik kaos kamu, dia nanya itu kaos joger apa bukan..”
Memang, kebetulan aku memakai kaos joger hijau tua bertuliskan: “Ma’af anu saya cuma ‘L’ “
“Cakep nggak Lex? Dengan cepat kusambut leher jenjangnya, putih dan harum. Kucari berbagai dalih agar itu tak terjadi. “Kamu kenal Lex?”
“Dia sering ke mari jul…, katanya baru sekali liat kamu, kalo boleh kaosmu mau dia beli, katanya kaos joger cuma ada di Bali…”
“Lah, ntar gua pake apa Lex ?”
Alex diam menunggu reaksiku“Terus bilang apalagi Lex ?”
“Dia nanyain nama kamu sama asalmu…




















