Ha.. Bokep STW Jam 13.00 aku mampir ke rumah untuk melihat keadaan tawananku.“Halo Miranda.. Mmmpphh.. Waktu itu menunjukkan kira-kira jam 23.00. Sebagai seorang eksekutif, jam kerjaku lebih fleksible. Aku memang sudah mempelajari kehidupannya. Memasuki minggu kedua.. Oh.. Aku jadi sangat tidak ingin melepaskannya.. Lepasin dong..”“Kamu bohong.. Atau sesekali membiarkannya terikat rantai anjing itu di sebuah pilar yang ada di apartemanku.Jadi tidak selamanya Miranda terikat seperti manakala pertama kali aku culik. Aku pulang agak malam dan agak mabuk karena terlalu asyik dengan mitra kerjaku. Mmpphh..” jawabnya.“Bentar.. Aku akan menjadi ayah untuk anakmu”Miranda hanya bisa menangis terisak-isak. Serta dengan langkah awal pengamanan aku sumbat mulutnya dengan lakban serta mengikat tangannya ke belakang dengan lakban yang sama.Aku bergerak meninggalkan tempat itu, melarikan mobilku ketempat yang lebih sepi.




















