Tanpa sadar, pipiku sudah dibasahi oleh air mata. Tepat jam 10.30 malam, aku mendengar suara pintu di sebelah kamarku berbunyi. Bokep STW Teriakan kepuasan dari wanita itu pun membahana di seluruh ruangan. Apa kau kenal dengan anak ini?”, tanyanya. “Terima kasih Erik..aku sayang sekali sama Erik..”
Erik pun membalas pelukanku sejenak dan kemudian melepasnya, dan dia memegang kedua lenganku sambil memandangku dengan serius. Wanita itu mengerang dengan keras. Beruntung sekali kamu punya ayah angkat seperti Erik..”
Kata Sara, teman baikku sambil tertawa meledek. “Ahh..!!” nafasku makin memburu.Tiba-tiba Erik berhenti dan melihatku sambil tersenyum misterius. Jantungku terasa berhenti mengingat kejadian itu. Celana dalamku juga akan dilepasnya. Tiba-tiba, Erik menarik gaunku dengan sangat kasar sehingga menjadi robek. Hanya saja, aku sudah mempersiapkan hukuman yang tepat untukmu. Kemudian berteriak,
“Kenapa??!!










