Juragan berdiri di depan saya, mengamati sekujur tubuh saya. Aku mau… keluarin di dalam kamu kalau kamu udah… sampai, ya?”“Hah… ough… di… dalam?” sumpah, saya nggak ngerti apa maksudnya Juragan, dan nggak sempat mikir juga. Bokep Arab Saya tetap mencari penghidupan dengan menari untuk orang-orang di Pasar. Badan saya diguncang-guncang, kepala saya menenggak-nenggak, sepasang susu saya gondal-gandul, digoyang gerakan Juragan. “Cukup kan buat bayar kontrakan kamu tiga bulan?”Saya berbaring agak lama sampai akhirnya kekuatan saya kembali. Tapi saya mbandel. Beliau pemilik toko beras yang besar itu. Haduh biyung, kok nggak habis-habis ya cobaan buat saya. Kamu perlu uang? Beliau pemilik toko beras yang besar itu. Dua bulan kami menetap di dekat Pasar, musibah datang lagi. Aduuuu!!”Juragan mendengus dan menggerung. Kalau jualan, saya ndak punya apa-apa, mesti jual apa?”Tapi lantas tatapan Juragan kok berubah jadi aneh… Beliau mendekati saya dan merangkul saya.




















