Aku melihat Jam di dinding, pukul 2 siang, aku mungkin telah tertidur lebih dari 2 jam. Ada rasa sesal telah mengucapkan kalimat tadi, tapi telah terlanjur. Bokep Japan “Makasih den..makasih banget..”Jawabnya lega. “Maksudnya..maksudnya apa den..mbak kok jadi takut..”Wajahnya mulai memucat. Mbak Juminten mengontrak rumah kecil di desa kurang lebih perkebunan bersama bunda mertuanya yang telah tua.5 bulan mbak Juminten melayani kebutuhanku dengan baik, meski agak pendiam serta terbukti kami jarang berjumpa kecuali di akhir pekan. “Hehe..apa aja den..” Jawabnya sambil tersipu. Bongkahan pantat itu bergoyang2 dibalik daster, mungkin pakaian dalamnya sdh sempit, serta bayangan mengenai pahanya yg td pernah terkesan itu makin menggangguku. “Sebetulnya saya gak tega mbak, tapi entahlah..itu yg ada dalam otak saya sekarang..terserah mbak de..”Jawabku dengan tenang. “Yaa indah mbak..malem sabtu kemaren saya sempet mimpiin mbak gituan sama saya..sorry..”Jawabku. Well, kalo saja aku tidak terlanjur berpikiran mesum mungkin aku segera berlari keluar kamar, aku merasakan takut yg sama semacam yg dirasa mbak Juminten.




















