Seperti dugaanku, gadis itu tidak membawa uang yang cukup.“Kurang dong mas…”, tawar gadis itu menampakkan wajah memelas. Bokep Jilbab/Hijab Gawat pikirku, Anti pasti akan berubah pikiran melihat ini.“Anti… Sayang ma aku gak?…”, tanyaku agar Anti tidak terbawa perasaan takutnya. Ia berjalan di sampingku mengikuti hingga ke kios kecil kami. Kemudian kami pun berpakaian.“Anti mohon pamit mas…”, katanya dengan muka yang masih sedih. Tidak rugi juga, karena lama kelamaan kami benar-benar akrab. “Mas sibuk ya?” tanya ranti sambil memberikan uang padaku. Bergantian ku menyedoti susunya bagian kiri dan kanan. Namun pagi harinya ternyata ranti membalas sms-ku,
‘Sorry mas, smlm plg kuliah, saya ngantuk n ketiduran, jd lupa singgah ke kios mas.’ Aku sedikit lega karena ranti ternyata tidak membohongiku, setidaknya dua puluh lima ribu masih bisa untuk mengganjal perut selama dua sampai tiga hari bagiku.Aku menunggunya di kios hingga siang, ranti kembali sms ‘Sorry mas, motor kena pakai adik, kalo mas perlu cepet, boleh gak ambilkan di rmh sekalian bwa KTP saya.’ isi sms ranti.




















