Memang tidak setiap malam. Bokepindo Reinaldo, yang paling tidak selama sepakan di Jakarta, tentu saja gembira dengan tawaran itu. Reinaldo, yang paling tidak selama sepakan di Jakarta, tentu saja gembira dengan tawaran itu. Meski ingin menolak, tapi suara saya tidak keluar. Badannya besar meski ia juga tidak terlalu tinggi. Tapi, entah mengapa, saya juga butuh belaian keras Pak Budi yang tahan lama itu. Untung tidak terlalu parah betul. Setelah menjemput saya di kantor, kami pun pergi ke rumah pria gemuk itu. Ia makin mendekat.“Bagaimana caranya?” tanya saya bingung.“Mudah-mudahan saya bisa bantu. Reinaldo, suami saya, bahkan tidak pernah menyentuh daerah pribadiku dengan mulutnya. Suatu malam sepulang makan malam di salah satu resto favorit kami, entah mengapa, mobil yang disopiri suami saya menabrak sebuah sepeda motor. Tapi tak lama.“Makanya, jalannya itu hati-hati. Reinaldo, yang paling tidak selama sepakan di Jakarta, tentu saja gembira dengan tawaran itu. Lengan tangannya tampak kokoh berisi. Sore hari saya datang. Tubuh saya melemas, tulang-tulang ini terasa terlepas.Saya lihat Pak




















