Aku menoleh, ternyata Lia sekretarisku yang menyapaku. Tampak Santi sudah begitu bergairah sehingga celananya sudah lembab oleh cairan kewanitaannya. Bokeb Oh.. Dadanya walaupun tak sebesar Lia, tampak membusung menantang. “Ohh Pak Robertt.. “Bener lho mau aku buktiin?” godaku “Janganlah Pak.. Puaskan Santi Pak..” Santi berkata sambil menggoyang-goyangkan badannya maju mundur di atas kemaluanku.Setelah itu dia kembali menggerakkan badannya naik turun mengejar kepuasan bercinta yang tak didapatkan dari suaminya. “Bener lho mau aku buktiin?” godaku “Janganlah Pak.. “Belum ada yang mau nih” “Ahh.. Aku tunggu di luar”Kataku sambil menahan nafsu melihat lehernya yang putih jenjang, dan lengannya yang berbulu halus Tak lama Santipun keluar ruangan resepsi menyusulku. Dia datang bersama tunangannya. Tergantung moodnya” jawabnya lirih. Aku sudah ingin menikmati kehangatan tubuh wanita istri bawahanku ini. Terlebih ketika kemaluanku keluar dari mulutnya, tanpa menggunakan tangannya dan hanya menggerakkan kepalanya mengikuti gerak kemaluanku, Santi mengulumnya kembali.




















