Hanya sisa Edwin, yang bagaimanapun melelahkannya, adalah teman pertamaku di Jakarta. Bokep Jepang Menelan ludah, Timo melepas kausnya dan bertanya,“Kamu mau ngga kita main bertiga?” Aku ikut menelan ludah. “Ini pertama kali aku ngelihat orang main beneran—bukan cuma di bokep,” katanya polos. Lalu Timo menundukkan badannya dan mencium Budi. Yang aku khawatirkan sekarang hanya kalau-kalau Edwin memberitahukan hal ini ke orang-orang lain. Ini yang berbeda: sebelum-sebelumnya tidak ada Budi. Anehnya begitu, meski aku sendiri notabene sudah melakukan lebih darinya. Di sekitarku duduk dua orang temanku dan Budi. “Soal kamu sama Budi bikin aku horny. Dan Edwin memberi tahu jawabannya. Cukup sudah aku ditunggangi, pikirku, sekarang giliranku yang beraksi. “Soal kamu sama Budi bikin aku horny. Hisapannya membuat Budi mendesah. Saat kepala kontolku sudah masuk, Budi berhenti bergerak dan menghela nafas beberapa kali. Aku pun berpikir Timo ingin menjantani Budi, tapi rupanya bukan itu yang ada di pikiran Timo. Budi… paman elu kan?” Aku merasa gagal sebagai tuan rumah menjamu tamu, gagal mengatasi situasi.










