Kuturuti arahannya dan aku telentang, sementara Amei tergolek di sampingku. Dia memijat bagian depan pundakku. Bokep Montok Dia memijat bagian depan pundakku. Di sebelah kanan di bawah kerimbunan pohon aku melihat semacam warung makan. Aturan di situ, kita tidak bisa langsung nenteng pilihan kita. Aku yang baru saja merasakan kenikmatan, telentang pasrah.Amei kembali dari kamar mandi membawa handuk kecil yang telah dibasahi. Meski dia lebih tua 12 tahun tapi jika kami bertugas keluar kota bersamaan, pada waktu luang kami akan jalan berdua. “ Disini apa yang enak,” tanyaku mulai melepaskan kalimat pembuka, kalimat itu kata Pak Mertino adalah juga semacam password. Sayangnya mereka hanya bisa di “tenteng” antara jam 10 sampai jam 5 sore. Dia lalu memelukku sambil tidur telungkup diatasku.Tengkukku diciuminya dan dia memberi kode gerakan agar aku berbalik telentang. “Dia belum punya anak mas,” tambah Ambar gencar berpromosi.Aku menyetujui lalu si Wiwik, istri sang tentara itu datang bergabung ke mejaku.




















