Eki mengerang pelan, matanya terbeliak melihat kontolnya pelan-pelan masuk ditelan oleh tempikku.“Ohhhh…. Sebagai pejabat, suamiku sering tidak ada di rumah, tapi kalau pas di rumah, kami langsung main kuda-kudaan, hehehe.Sudah lama kami memutuskan untuk tidak punya anak lagi. Bokep Twitter Kali ini kami saling berpelukan sambil berbaring bersisian.“Ndun, Ibu udah lelah banget. Masak nggak tahu?” tanyaku iseng menggodanya.Tiba-tiba mukanya memerah. Wajahnya masih kelihatan malu-malu ketemu aku. Anda akan mendapatkan anak ketiga,” kata dokter itu riang.Kami mengucapkan terimakasih atas ucapan itu, dan sepanjang jalan pulang tidak berkata sepatah kata pun.Setelah itu suamiku tidak menyinggung masalah itu lagi, bahkan dia memberi tahu pada anak-anak kalau mereka akan punya adik baru. Sudah kebiasaan sih dari remaja. Lembaran kecil itu menunjukkan kalau aku positif hamil.Oh, Tuhan!!Aku benar-benar kaget dan tak percaya. Dia tipe anak yang sangat serius dalam belajar. Tak tahu kenapa bisa senafsu itu dekat dengan anak SMP ini.




















