“Meskipun idiot tapi anakku ini kelihatan ganteng seperti papanya” aku membatin. Perlahan-lahan kupelorotkan celana pendeknya, dan dengan hati-hati kubuka pula celana dalamnya. Bokep Crot enak!” aku menjerit setinggi langit. Toh aku pikir dia anakku dan aku sadar akan keterbelakangan mentalnya meskipun umurnya sudah remaja tapi mentalnya masih seperti anak kecil.Malam itu seperti biasa sebelum tidur ia memainkan puting susuku, tapi entah malam itu suasananya sangat berbeda, mungkin karena hampir empat bulan lebih suamiku tidak menggauliku, darahku berdesir kencang ketika jarinya mempermainkan puting susuku dan sesekali meremas payudaraku yang berukuran lumayan besar, kupandangi wajahnya yang matanya terpejam terkantuk-kantuk,…
“Dia anakku.” batinku berusaha menyingkirkan nafsu birahiku, kucoba atur nafasku dan memejamkan mataku agar perasaan itu hilang,… tapi tiba-tiba …
“Aaah..!!” aku meleguh kecil ketika Rino tiba-tiba mengulum putingku dan menyedot seakan-akan sedang menyusu. Rangsangan ini begitu hebat, aku semakin tidak tahan, rangsangan birahi ini betul-betul menyiksaku. Aku semakin gemas melihat penisnya yang berdiri tegak dengan gagahnya. Aku mengerti kalau iapun merasakan nikmat seperti yang kurasakan saat ini.




















