Dan ternyata aku berhasil!! Bokeb Mungkin Oom Heru sengaja membiarkan aku untuk menikmati saat-saat kenikmatan itu. Akupun tak tinggal diam tanganku tetap meremas-remas rambutnya yang cepak seperti “rambutan sopiyah” (memang seperti lazimnya anggota TNI harus berambut cepak… Kalau gondrong soalnya malah dikira preman kali!!)Untuk beberapa lama, Oom Heru masih melumat bibirku. Aku menggeliat-geliat seperti cacing kepanasan karena rasa geli dan nikmat ketika bibir dan lidah Oom Heru menjilat dan melumat bibir kemaluanku.Aku semakin melayang dan seolah-olah terhempas ke tempat kosong. Kini aku sudah bugil.. Ditangkupkannya telapak tangannya yang besar ke bukit kemaluanku lalu dengan gerakan lembut diremas-remasnya bukit kemaluanku.Beberapa saat kemudian sambil bibirnya menjilati perut bagian bawahku, jari jari Oom Heru mulai bergerak menyusuri celah hangat di antara bibir kemaluanku yang sudah sangat basah. Pipiku dicium sedangkan dua tangan kekar mendekapku dan kedua telapak tangannya saling menyilang di pinggang kanan-kiriku yang ramping. Adik kandung ayahku sendiri!! Tangannya terus mendorong kepalaku ke bawah lagi. Uhuk” sambil masih terbatuk-batuk aku menangis.Ini merupakan pengalamanku yang




















