nggak apa-apa Bu saya sehat kok.” Jawabku.Saat aku hendak meninggalkan ruangan Ibu Maya, aku sangat terkejut sekali, saat Ibu Maya berkata. Film Porno kamu.. yem ini ada anak buah ku dikantor, mau mengerjakan tugas yang harus diselesaikan hari ini juga tolong kamu antar dia ke kamar Bayu, biar Bapak Pento bekerja disana.”“Baik Nya.”Akupun diajak menuju kamar Bayu oleh Iyem pembantu di rumah Ibu Maya.“Silakan Den, ini kamarnya.”Akupun memasuki kamar yang ditunjuk oleh Iyem. Kucumbu kembali Ibu Maya kujilati teteknya, kumasukan lagi dua jariku kedalam memek nya yang sudah sangat basah.“Ampun.. Karena malu kututupi kontolku dengan kedua tanganku.“Sial..!” makiku dalam hati, aku benar benar dilecehkan oleh Ibu Maya saat itu.“Lepas tanganmu Ibu mau lihat seberapa besar kontolmu,” bentak Ibu Maya.“Mm.. jahat.”Akupun mulai mengeluar masukan kontolku ke lubang memek Ibu Maya, orang yang paling ditakuti di kantor sekarang ini sedang bertekuk lutut di hadapanku, merintih rintih mendesah desah, bahkan memohon mohon padaku.Aku puas sekali, kupompa dengan cepat keluar masuknya kontolku di lubang memek Ibu Maya,




















