Kau ingin membunuhku!” ujar Luzia dengan napas terengah, pergelangan tangannya terasa sangat perih. Bokepindo Luzia tak bisa berpikir jernih, yang ada di otaknya hanya kepuasan dan pelepasan. Mereka seakan tak peduli jika ada yang mengintip, yang ada hanya ingin saling memuaskan dan berbagi desahan nikmat.Suara desahan terdengar semakin kuat, bertarung dengan embusan angin yang kasar. Luzia ingat, saat ia sering duduk di balkon memang ada rantai yang menjulur dari langit-langit balkon. Ini sa-kit!” ujar Luzia lagi, ia benar-benar merasa hidupnya akan berakhir, jika saja dirinya memilih pria-pria tersebut, sudah pasti dia diperlakukan seperti ratu. Ia tak pernah semarah ini, Rysh benar-benar keterlaluan dan menguras rasa sabarnya. Luzia menggigit bibirnya, kini Rysh benar-benar menjilat daun telinganya, pria itu juga mulai merobek bajunya menggunakan gunting.“Zizi, katakan apa yang kau mau.” Rysh berbisik semakin pelan, embusan napas pria itu semakin menggelitik.“Rysh, lepaskan dan puaskan aku!” titah Luzia, suaranya sudah sangat serak.“Memohonlah.” Rysh menanggalkan baju Luzia, tangannya kini meraih payudara Luzia dan membelainya lembut.




















