Lagi-lagi aku hanya mampu
mengangguk untuk mengiyakan pertanyaannya. Bokep rusia Hanya takut?” jawabku dengan nafas
terputus.“Takut sama siapa? “Yah.. Tiba-tiba aku ketemu dengan teman
kuliah yang sudah menjadi pengusaha besar dan lagi-lagi pengusaha beras.Anehnya lagi, temanku itu tinggal bersama istri keduanya, sebab istri pertamanya
tinggal di kota Bone. Teruuss.. Mula-mula hanya kusentuh, kuraba dan
kuelus-elus saja, tapi lama kelamaan aku mencoba memberanikan diri untuk
memegang dan menekan-nekannya. Tidak mungkin di sini atau di
kamarmu” jawabnya. Decukk. Karena
aku tidak punya kenalan di Kota Makassar, maka aku terpaksa bermalam di
terminal bus sambil mencari kenalan agar aku bisa mendapatkan kerja secepatnya. Aku
pura-pura tidak memperhatikannya. Akibatnya suara aneh itu kembali mewarnai
gerakan kami malam itu. Bahkan sempat tanganku tidak bergerak sejenak ketika konsentrasiku
mulai mengarah ke balik pakaiannya itu. Tiidak Bu’. Akhh.. Lebih aneh lagi, setiap kami beradu pandangan, wanita itu
melempar senyum manis.Aku sama sekali tidak mengerti maksudnya, tapi aku tetap
membalas dengan senyuman tanpa diperhatikan oleh si sopir teman makanku itu.




















