Ujar Vivi setengah berteriak. Bokepindo Kami masih sama2 menempuh kuliah disalah satu PTS ternama dikota M*****. Dan dengan komando dari sibapak Vivi mulai mengocok penis itu. “Dikebun belakang ada kamar mandi dek, Tidak jauh kok cm sekitar 500m”, Jawabnya
“Oh terima kasih bu” dan tak lama dia menoleh kepadaku
“Sayang kamu pesen minum aja dulu aku agak mules jadi mungkin agak lama”. “ Paaccccchkkk……..Aaccchhkkkuu keluaaaaaarrrrhhh”. Setelah turun saya pesan minum dan sembari menunggu saya ngobrol dengan si ibu mengenai asal usul kami berdua. Kecipak seperti suara air terdengar ketika penis itu kembali mengobok-obok seisi vagina Vivi. Sibapak kemudian memegang pinggul Vivi dan membangunkannya, Dia langsung melumat bibir mungil Vivi sambil tangannya membuka resleting belakang baju Vivi sambil kakinya menginjak legging yang sedari tadi masih tersanggut dikaki Vivi setelah bajunya terjatuh sibapak coba melepas kaitan bra. “Tenang cah ayu awalnya memang sedikit sakit tapi lama2 pasti kamu suka “. Saya dapat melihat jelas vagina yang memang baru saja dicukur itu dilahap dengan rakus oleh sibapak




















