Aku duduk santai di teras rumah sambil memandangi langit yang mulai gelap, sedangkan Pak Budi sibuk dengan tanaman di pekarangan, begitu juga Pak Doni yang lagi sibuk menutup pagar rumah. Bokepindo Di kamar mandi di dalam shower box, aku meringkuk sambil menangis merenungi nasibku sementara air hangat terus mengucur membasahi tubuhku yang telah ternoda dan memenuhi box dengan uapnya.Semenjak kejadian kemarin tubuhku masih terasa sakit, apalagi bagian vagina dan anusku yang kemarin sempat dikerjai habis-habisan oleh ketiga pembantuku. Cukup lama kami berpandangan, aku bingung harus ngomong apa lagi. Ccrrrooott….penis itu memuncratkan isinya beberapa kali. Dan sekali sentakan semua batang penis itu terbenam semua di dalam anusku, aku hanya dapat berteriak sekencang-kencangnya tanpa menghiraukan sekelilingku,“Pak ampun Pak, Hikss…Hiks… sakit pak, sakit banget!” rasa sakit itu rasanya tidak tertahankan sehingga penis pak Budi terlepas dari bibirku,“Sabar ya sayang bentar lagi pasti enak kok, percaya deh sama Bapak ya“ Pak Budi ternyata sedikit pengertian, dia tidak lagi menyuruhku untuk mengulum penisnya, tapi ia tetap ……menahan




















