“Yah kalo Mas Win mau, besok juga bisa disini” jawab Pak Pardi sambil tersenyum. Bokepindo enak, pengen keluar udah bener-bener nggak kuat”Tapi sebelnya Pak Pardi menghentikan kocokan mautnya di kontolku. Dia menghentikan kocokan di kontolnya dan mengalihkan kedua tangannya di kontolku. Tapi hari ini pemandangan itu berubah, kulihat Pak Pardi hanya memakai celana kolor berwarna biru yang sudah hampir pudar warnanya.Perlahan aku dekati dan berusaha tak membuat suara. Aku tak mensia-siakan kesempatan itu dan segera ikut nongkrong di depannya sambil berusaha membantu padahal tujuanku hanya ingin melihat kontolnya. Jadi aku cari sambil sesekali memanggil. Benar saja, karena kolornya basah menjadi agak berat sehingga merosot, kali ini aku bisa melihat jembutnya di bagian atas ban karet kolor tersembul keluar.“Pak Pardi, tuh jembutnya keliatan,” dia kembali tersenyum lalu menaikkan celananya sedikit. Crott.. “I.. Hari ini Pak Pardi ngocok nggak”Selesai ku tanya begitu aku lihat ke arah celana kolornya dan semakin gembung saja, bahkan sudah membentuk tenda, sehingga celananya turun dan jembutnya kembali terlihat dan




















