Oohh.. Bokep Indo Live Mulutnya kembali mencaplok payudaraku. Gila banjir banget lu tadi, tapi enak, hangat!” komentarnya.“Kamu capek Ci? Coba gua liat dong hasilnya sini” pintaku tak sabar ingin melihat hasilnya.Dia berjalan ke sini dan duduk di tepi ranjang memperlihatkan karyanya kepadaku.“Puas nggak Ci? Pengen sih sekali-sekali dilukis gitu, gimana?” tawarku.“Wah, bener nih Ci? Kami berpelukan erat dan kembali berciuman dengan penuh gelora.Sambil berciuman tangannya menjalar turun mengelus punggungku dan meremas kedua belah pantatku. Kuemut perlahan dan terus memijati pelirnya.“Aa.. Lewat lima menit, dia geleng-geleng kepala melihat kertasnya, lalu ditariknya kertas itu dan diremas-remas.“Kenapa Lix? Gimana yah, susah omongnya nih, ya agak shock juga tadi abis baru kali ini” jawabnya gugup.“Ada pikiran macam-macam gitu nggak waktu ngegambar tadi?” pancingku lagi.“Emm.. Yeahh! Kujilati memutar kepala kemaluannya sehingga memberinya kehangatan sekaligus sensasi luar biasa.Semakin kuemut benda itu semakin keras dan membengkak. Felix makin merintih keenakan dibuatnya, tanpa disadarinya pinggulnya juga bergerak maju-mundur di mulutku.Tak lama kemudian muncratlah cairan kental itu di dalam mulutku yang langsung kusedot




















