Tubuh ku lelah terus-terusan digenjot Candra yang sedari tadi belum berejakulasi. “Gue pengen lu layani gue, atau gue sebarin video ini…”, ancam Chandra.Sial pikirku, apa yang harus aku lakukan? Vidio Bokep Air mataku terus mengalir. Semoga Chandra bisa segera berejakulasi sehingga aku tidak perlu menyepongnya.Sekitar lima belas menit, Chandra belum juga berejakulasi. Candra lalu menciumi bibirku, aku sedikit jijik, namun apa boleh buat, aku harus merelakan bibirku disentuh bibirnya daripada aku harus merelakan tubuhku dilihat semua orang di dunia maya. Aku perlahan menyepongkan penisnya itu. “Tenang… Santai dulu… Duduk gih…”, katanya sambil menunjuk ke arah kasur. Lalu ia juga mencolek-colek selangkanganku, jembutku yang masih aedikit jarang itu pun dibelai-belainya.Aku sudah mulai terbiasa menerima perlakuan ini, aku sudah tak mungkin berbuat apa-apa lagi, hanya membiarkan Candra menikmati tubuhku ini. Klo video yang tadi itu buat konsumsi umum!!!”. Lalu discrollnya hingga ke bawah dan diklilnya satu file yang membuatku hampir pingsan melihat itu.“Darimana lu dapat?!”, tanyaku keras.




















