Sebuah amplop coklat disodorkan dan langsung dibuka dan dihitung oleh Naya
“Ok 1,5 juta kita berangkat, omong omong nama bapak siapa ” tanya Naya
“Teman-teman memanggil aku A Cun, yuk berangkat ”. Beralih ke ibu guru kita yaitu Naya Raya yang cuma bengong melihat permainan permainan liar di sekelilingnya. Bokeb “Aaouh Pak Angkoro, pelan Pak sakit penisnya bapak sih kegedean ” ucap Naya setengah meledek. “Udahan dong Pak, kita ngesks yang bener aja ya?” tanya Naya dengan halus. Pak Angkoro mengganti posisi bersenggama dengan mengangkat tubuh Naya dan menidurkannya di meja biliard. Lyvia yang diciumi dengan ganas segera membalas ciuman itu sambil membuka kancing kemejanya yang seakan tak muat menampung payudaranya yang montok. “Ros aku minta dioral dong ” sambil menyodorkan penis hitamnya yang berdiameter 5 cm dengan panjang 14 cm. Dengan menggunakan mercy new eyes, A Cun membawa Naya meninggalkan kafe dengan santai tapi pasti mobil dibawa menuju ke arah daerah perumahan elit di daerah Dharmahusada.




















