Dalam perjalanan pulang aku bercakap-cakap dengan Aryo. Bokep Tobrut “Duduk sini, Aryo”, kataku sambil menarik tangannya. Aku duduk di belakangnya sambil menciumi leher belakang dan punggungnya.“Kenapa, Aryo? jam berapa dia nelpon?”
“Tadi pas Mas Deni kuliah, pesennya gini, VCD-nya udah dateng sekarang di tempat si DJ”, kata Aryo. “Mas Den, Mama tadi siang ngomong apa aja tentang Aryo?”
Aku tersenyum, “Lho memangnya kenapa?”, aku balik bertanya. “Eh Den, kamu sama sapa nih?” kata Reza sambil senyum-senyum kepada Aryo. “Makasih Den.”Akhirnya Tante Ida dan Suaminya naik kereta api ke Jakarta malam itu. “Iya nih, salah ngambil tadi.”, jawabku sekenanya. Siang itu udara panas sekali. “Mas Deni tahu Aryo bohong, sekarang cerita kenapa? Sepertinya mereka sedang nonton VCD yang diomongin Reza tadi siang di telepon. “DJ, kamu di dalam?” kataku. Sesaat kemudian kami sudah sampai di rumah DJ. “Mendingan kamu beresin semua yang aneh-aneh, soalnya saya nggak sendirian!” kataku sambil tetap di depan pintu kamar DJ yang tertutup.




















