Oh ya. Aq hanya ditinggali handuk kecil hangat. Bokep Thailand Ke bawah lagi: Turun. Aq mengurungkan niatku. Tetapi, bayangan itu terganggu. suara itu mengagetkanku. Saya bisa masuk angin kata perempuan setenga baya di depanku pelan.Aq tersentak. Haruskah kujawab sapaan itu? Mbak Iin.., udah ada pasien tuh, ujarnya dari ruang sebelah. Aroma asli seorang perempuan. Aq perhatikan ia sejak bangkit hingga turun. Aq tdk menjepit tubuhnya. Ia memulai pijitan. Ada sekatsekat, tdk tertutup sepenuhnya. Sial. Ah mengapa begitu cepat.Jarinya mengelus tiap mili pahaku. Membuang napas. Ketika menjangkau pantatku ia agak mendekat. Mobil bergerak pelan, aq masih melihat ke arahnya, untuk memastikan ke mana arah wanita yg berkeringat di lehernya itu. Aq pertegas bahwa aq mengendus kuatkuat aroma itu. Ah masa bodo. Bayar arisan. Kalau potong rambut ya masuk ke tukang pangkas di pasar. Ke bawah lagi: Tdk. pintanya.Aq membalikkan badanku. Daripada suntuk diam dirumah, tadi malam aq menyeleseaikan kerjaan yg masih menumpuk. Lalu memegang pahaku,Yg mana..?Yes..!




















