Yang melegakan hatiku, kedua anak tiriku itu tidak sempat tersesat pergaulannya. Bokep Mama Meski belum punya anak, aku merasa bahagia mendengar Prima serta Nanda terbuktigilku Bunda. Pasti ada sesuatu yang membuatmu berubah gitu,” kataku sambil membelai rambutnya yang agak gondrong,
“Kamu gak merasa kalau bunda sayang sama kamu ?”
“Iya Bunda….saya merasakannya.”
“Nah kalau gitu, kenapa kamu masih merahasiakannya sama bunda ? Dengan lembut kubelai rambutnya sambil berkata setengah berbisik,
“Bunda sudah tau kok…kamu punya perasaan lain pada bunda….sejak awal berjumpa pun bunda sudah merasakannya…” “Lalu…Bunda marah?” “Nggak,” sahutku sambil melingkarkan lenganku di lehernya,
“bunda malah tambah sayang padamu, Pri…” Ucapan itu kuakhiri dengan kecupan hangat di pipinya. Lalu bertanya perlahan,“Nanda udah tidur ?”
“Udah, tadi saya intip dari pintu kamarnya, beneran udah tidur,” sahutnya. Serta sempat menanyakannya pada sebuahpeluang, ketika Prima sedang “mengawalku” ke sebuah mall. Sebab Kang Eman sangat menyayangiku, bahkan cenderung memanjakanku.




















