Rasa hangat menjalari tubuhku. Sudah kubilang kalau kita nanti bisa take and give. Film Porno Mas kerja di Sensus ya?” Jawabnya sambil tersenyum. Badan sih tidak apa-apa, hanya pikiran yang perlu istirahat.Setengah tertidur aku mendengar ketukan di pintu.“Tok.. Mbak yang jaga mengomentari sambil sekalian promosi. Boleh juga nih, hitung-hitung persiapan nanti malam. Pelan tapi pasti kejantananku mulai membesar sehingga terasa mengganjal. Beberapa saat kami dalam posisi begitu. Jahenya memang sengaja agak banyak biar badan jadi sehat dan tidak mudah masuk angin,” katanya seolah membaca pikiranku. Sampaikan terima kasih dan salam untuk pimpinanmu, Pak Is” katanya sambil menyalamiku. Warnanya kemerahan. Penisku semakin lama semakin tegang. Iseng-iseng kubuka laci meja kecil di sampingku. Untung ada sebuah warung tenda. Nanti Dik Anto antar saja ke sana dan bayar bill hotel beliau. Dilepasnya kacamata dan diletakkan di meja samping ranjang. Hanya redaksional kok. Setelah taksinya pergi, aku berpikir kalau dia jadi pulang, sementara bill sudah dibayar penuh sampai besok, sayang rasanya.




















