Aku tidak tahu sudah berapa kali aku orgasme malam itu. Bokep Tanpa ragu ragu, aku pun segera melahap batang itu dan menghisapnya. Mereka hanya ketawa dan memanggilku “maniak seks”, “cewek gila kontol” dan lain lain nya. Sambil melihat kanan kiri, aku pun berlari-lari kecil menuju ke mobilku yang ku parkir di belakang gedung science. “Auw” jeritku ketika Rei memukul pantatku sambil ketawa. Kumulai dengan mencium kepala kontolnya dan menjilat jilat batangnya yang sudah tegang. “Iiih, benci gue ama loe” kataku sambil mencuekin muka mesum dia. “Ooh, mo ke sini ga? Aku sangat malu, tapi aku juga terangsang dengan hebatnya. Aku cuma diam saja dan menunduk. Udah lah cepet minum” tegasnya. Aku merasa ada kontol laen yang menerobos anusku. Katanya mo pesta?” tanyaku keheranan. Apartemen Rei ada di lantai 8. “Siapa aja sih?” kejarku. “Jadi gue cewek sendiri nih?” tanyaku keheranan. Rei pun segera bercakap cakap dengan mereka sementara aku masih di dapur menyiapkan makanan. Aku pun menjadi malu sendiri. Rei tau itu.




















