Sementara bagian bawah badanku semakin menegang serta berdenyut.Entah berapa kali dia membisikkan kata di telingaqu dgn suara tertahan akibat hembusan napasnya yg memburu seperti lokomotif tua. Terasa begitu hangat sekali hembusan napasnya.“Lidya..”Aqu tersentak ketika Lidya melucuti pakaiannya sendiri, hingga hanya pakaian dalam saja yg tersisa melekat di badannya. Bokepindo Namun aqu tak tahu apa arti semuanya itu. “Ohh..”, Lidya mengeluhh panjang sembari menggelimpangkan badannya ke samping. Ayo..”, ajak Lidya setengah memaksa.“Namun apa nanti Mama dan Papa kamu tak marah, Lin?”, tanyaqu masih tetap tak mengerti keinginannya.Lidya tak menyahuti, malah berdiri dan menarik tanganku. Namun aqu diam saja, malah menatap wajahnya yg cantik dan begitu dekat sekali dgn wajahku. Sesaat aqu tersentak kaget, tak menygka kalo Lidya akan seberani itu. Lidya mulai menciumi wajah dan leherku. Jari-jari tangannya menjalar menjelajahi sekujur badanku. Dan aqu selalu memanggilnya Tante Amanda.“Bagus sekali anjingnya..”, piji Tante Amanda.“Iya, Tante. Namun nggak mau dirayakan. Namun tetap saja aqu tak merasakan sesuatu.Dan tiba-tiba saja Lidya mencium bibirku.










