Aku dan Tia memilih untuk sembunyi di kamar. Bokepindo Ntar dicoba yah” Mulai pasang aksi lagi nih, pikirku. Hujan tidak juga berhenti. Aku lihat wajah Evi sudah berseri-seri kembali, tidak seperti kemarin malam. Setelah selesai mengitari kampung, aku kembali ke Bungalow, dan ternyata Tia masih sibuk dengan aktivitas berenangnya. Dengan gayanya yang manja, Evi sesekali melingkarkan tangannya ke pinggangku dan menghimpitkan tubuhnya ke tubuhku. Malam yang sangat dinginpun menjadi hangat oleh sentuhan-sentuhan tubuh Evi. Kali ini beda dengan kebiasaan Evi sebelumnya.kalau biasanya dia selalu memilih duduk didepanku sambil memintaku mendekap erat tubuhnya, tp malam itu Evi yang duduk dibelakuangku dan mendekap erat tubuhku, menempelkan kedua payudaranya dipunggungku, sambil bibir nakalnya menciumi tengkuk dan telingaku. Begitulah setiap hari kami lalui berdua, tanpa komitmen apapun dan tidak lebih dari hanya sekedar pegangan tangan, cium kening, saling ngegombal satu sama lain.




















