Mataku sedikit terpejam sat kontolnya masuk dalam memekku. Tak lama kemudian kami sampai pada sebuiah rumah lumayan besar, disana sudah ada seorang laki-laki yang sedang duduk. Bokep Mendengar itu pacarku terus bangun, tapi dia hanya terduduk dengan wajah tanpa dosa cuma melihatku. Kutarik tangan pacarku sambil menangis memohon pertolongan. Kulihat wajah pacarku tersenyum padaku dan berkata,“Maaf ya sayang, kita kan pinjam rumahnya, jadi dia meminta imbalan tubuhmu sebagai imbalannya”“Sialan kamu” kataku mengumpat.“Aduuh mass, sudah mass…..” kataku sambil nerusaha menyingkir dari pelukannya dan melepas kontolnya yang masih menancap di dalam memekku.Tapi apa boleh buat tubuh Teguh lebih kuat. Teguh tersenyum manis padaku. Kutarik tangan pacarku sambil menangis memohon pertolongan. Kata pacarku seponganku rasanya istimewa. Dibuka kedua pahaku lebar-lebar dan menindihku. Aku hampir lupa kalau ada pacarku yang menungguku. Pacarku lalu mulai melepaskan kancing bajuku satu per satu sambil kutatap wajahnya.Umur pacarku baru 17 tahun wajahnya hampir mirip dengan Ariel Peterpan yang kala itu sedang naik daun.




















